Dosen Ekonomi UTU Ikuti E-Semnas dengan Narsum Menparekraf
  • UTU News
  • 19. 06. 2021
  • 0
  • 692

MEULABOH-UTU | Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar mengikuti E-Seminar Nasional dengan narasumber utama (Narsum) adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, MBA. Kegiatan yang digelar oleh Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka tersebut dilaksanakan secara daring, Sabtu 19/06/2021.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Dr. Sandiaga Salahuddin Uno, MBA dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap seluruh sektor ekonomi, tak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Indonesia harus tetap optimis untuk menebarkan semangat dan harapan mengingat ada 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor usaha tersebut.
“Untuk mendukung pemulihan sektor Parekraf yang terdampak Covid-19, Kemenparekraf telah melaksanakan berbagai program seperti pemberian bantuan insentif pemerintah kepada pelaku usaha pariwisata dari 6 sub-sektor ekonomi kreatif di antaranya adalah homestay, kuliner, fesyen, kriya, aplikasi game developer dan film,”ucapnya.
Sandi juga mengatakan bahwa kementeriannya juga memberikan pelatihan bagi 600 calon wirausaha muda di 5 DSP (Destinasi Super Prioritas). Selain itu ada lagi program Parekraf for startup yang dirancang khusus untuk mematangkan ekosistem bagi pelaku startup. Tidak hanya itu, Kemenparekraf juga turut berpartisipasi dalam gerakan nasional bangga buatan Indonesia untuk meningkatkan produk industri kreatif dengan berkolaborasi dengan e-commerce untuk promosikan produk buatan dalam negeri.
Menurutnya seluruh program yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf tersebut merupakan wujud keberpihakan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk memberikan manfaat melalui program yang tepat sasaran tepat manfaat dan tepat waktu. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah mesin pemulihan ekonomi masyarakat, kebangkitan ekonomi masyarakat turut ditentukan dari suksesnya kolaborasi dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif.
“Pandemi ini belum usai, saya mengajak rekan-rekan semua untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mari gunakan momentum untuk meningkatkan skill serta memanfaatkan peluang semaksimal mungkin melalui inovasi adaptasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder agar sektor Parekraf lekas bangkit dan melesat kembali,”pungkasnya.

 

Lainnya :